Hukum Dan Manfaat Berqurban

Diposting pada

Pertanyaan:

hukum dan manfaat berqurban

Jawaban

  • hukumnya yg sya tau itu sunah dan manfaatnya adalah kita dpt membagikanya kepada orang yg tdk mampuh dan sekaligus kita akan mendapatkan balasan yg berlipat ganda
  • MAPEL, : AGAMA, SEJARAH

    KATEGORI, : BERQURBAN

    KATA KUNCI, : HUKUM, DAN MANFAAT BERQURBAN

    —————————————————————————————-

    JAWABAN

    Hukum berqurban, :

    →Menyembelih qurban adalah sesuatu yang disyari’atkan berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’ (konsensus kaum muslimin).[1] Namun apakah menyembelih tersebut wajib ataukah sunnah? Di sini para ulama memiliki beda pendapat.

    Pendapat pertama: Diwajibkan bagi orang yang mampu

    Yang berpendapat seperti ini adalah Abu Yusuf dalam salah satu pendapatnya, Rabi’ah, Al Laits bin Sa’ad, Al Awza’i, Ats Tsauri, dan Imam Malik dalam salah satu pendapatnya.

    Di antara dalil mereka adalah firman Allah Ta’ala,

    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

    “Dirikanlah shalat dan berkurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2). Hadits ini menggunakan kata perintah dan asal perintah adalah wajib. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diwajibkan hal ini, maka begitu pula dengan umatnya.

    Yang menunjukkan wajibnya pula adalah hadits Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

    “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rizki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah no. 3123. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

    Pendapat kedua: Sunnah dan Tidak Wajib

    Mayoritas ulama berpendapat bahwa menyembelih qurban adalah sunnah mu’akkad. Pendapat ini dianut oleh ulama Syafi’iyyah, ulama Hambali, pendapat yang paling kuat dari Imam Malik, dan salah satu pendapat dari Abu Yusuf (murid Abu Hanifah). Pendapat ini juga adalah pendapat Abu Bakr, ‘Umar bin Khottob, Bilal, Abu Mas’ud Al Badriy, Suwaid bin Ghafalah, Sa’id bin Al Musayyab, ‘Atho’, ‘Alqomah, Al Aswad, Ishaq, Abu Tsaur dan Ibnul Mundzir.

    Di antara dalil mayoritas ulama adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

    “Jika masuk bulan Dzulhijah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” Yang dimaksud di sini adalah dilarang memotong rambut dan kuku shohibul qurban itu sendiri.

    Hadits ini mengatakan, “dan salah seorang dari kalian ingin”, hal ini dikaitkan dengan kemauan. Seandainya menyembelih qurban itu wajib, maka cukuplah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya”, tanpa disertai adanya kemauan.

    →Begitu pula alasan tidak wajibnya karena Abu Bakar dan ‘Umar tidak menyembelih selama setahun atau dua tahun karena khawatir jika dianggap wajib. Mereka melakukan semacam ini karena mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak mewajibkannya. Ditambah lagi tidak ada satu pun sahabat yang menyelisihi pendapat mereka.

    →Dari dua pendapat di atas, kami lebih cenderung pada pendapat kedua (pendapat mayoritas ulama) yang menyatakan menyembelih qurban sunnah dan tidak wajib. Di antara alasannya adalah karena pendapat ini didukung oleh perbuatan Abu Bakr dan Umar yang pernah tidak berqurban. Seandainya tidak ada dalil dari hadits Nabi yang menguatkan salah satu pendapat di atas, maka cukup perbuatan mereka berdua sebagai hujjah yang kuat bahwa qurban tidaklah wajib namun sunnah (dianjurkan).

    فَإِنْ يُطِيعُوا أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ يَرْشُدُوا

    “Jika kalian mengikuti Abu Bakr dan Umar, pasti kalian akan mendapatkan petunjuk.”

    →Namun sudah sepantasnya seorang yang telah berkemampuan untuk menunaikan ibadah qurban ini agar ia terbebas dari tanggung jawab dan perselisihan yang ada. Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi mengatakan, “Janganlah meninggalkan ibadah qurban jika seseorang mampu untuk menunaikannya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan, “Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu dan ambil perkara yang tidak meragukanmu.” Selayaknya bagi mereka yang mampu agar tidak meninggalkan berqurban. Karena dengan berqurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan. Wallahu a’lam.”

    MANFAAT DALAM BERQURBAN , :

    Banyak keutamaan atau manfaat yang didapat dari berqurban, diantaranya adalah:

    1. Menambah rasa syukur dan cinta kepada Allah SWT
    2. Memupuk rasa peduli sesama
    3. Bekal di hari akhir
    4. Mendapatkan ampunan
    5. Mensucikan harta dan jiwa
    6. Kemudahan di hari akhir
    7. Mempererat tali silaturahmi
    8. Hidup jadi lebih berkah
    9. Meneladani Nabi Ibrahim as.
    10. Memupuk sifat solidaritas
    11. Menumbuhkan rasa kasih antar sesama
    12. Membantu usaha ternak

    #TOLONG KASIH JAWABAN TERBAIK YAH , SAYA LAGI BUTUH 🙂


Manfaat Qurban Dalam Islam berqurban adalah salah satu ibadah ketakwaan kepada Allah. Sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Banyak keutamaan atau manfaat yang didapat dari berqurban diantaranya adalah.

Hukum dan manfaat berqurban.
Namun aneh rasanya bila kita membahas tentang qurban namun tidak tahu Makna Hukum Dan Keutamaan Berqurban.
1 Sebagai bukti nyata ekspresi syukur Supaya mereka menyebut nama Allah atas apa.
1 Mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berqurban apakah wajib atau sunnah perbedaan tersebut sebagai berikut.
Seputar Hikmah dan Manfaat Berqurban.
Menambah Rasa Syukur Dan Cinta Kepada Allah SWT.

Wallahu alam Syarat Diwajibkan atau Disunnahkannya Qurban.
Inilah beberapa manfaat berkurban untuk umat Islam yang perlu kamu ketahui.
Sesuai hadits-hadits Nabi SAW.

Merupakan pendapat imam Rafii pendapat ini juga merupakan pendapat Abu Bakar Umar bin Khottob Abu Masud Albadri Said bin Musayyib.
Hukum mengambil rambut kuku atau sebagian dari kulit dengan sengaja bagi orang yang akan berQurban adalah haram.
Dengan melakukan qurban kita akan.

Berkata Syaikhuna Yahya hafidzohulloh ketika ditanya.
Hukum dan Syarat Qurban.
Barangsiapa yang memiliki kelapangan rizki dan tidak berqurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami HR.

Berqurban secara arti bahasa berarti mendekatkan.
Kurban yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak bukanlah perkara yang tidak memiliki tujuan.
8 Tujuan Berkurban Dalam Islam dan Dalilnya.

Qurban memiliki arti dekat.
3123 Berdasarkan dua hukum di atas yaitu pada Al.
Hukum dan Anjuran Melaksanakan Qurban bagi Seorang yang Telah Meninggal Dunia.

Sejauh ini kebanyakan para ulama dan ahli fiqh atau fuqaha sepakat bahwa hukum dari ibadah qurban adalah sunnah muakad atau sunah yang diutamakan.
Mulai dari pengertian hukum syarie pemanfaatan daging bahkan hingga teknik penyembelihan hewan qurban.
Maksudnya mendekatkan orang yang.

Setidaknya ada enam hikmah dan manfaat ketika melaksanakan ibadah Qurban yaitu.
Pahala yang begitu besar yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih yang merupakan penggambaran saja tentang betapa besarnya.
Adapun manfaat yang yang akan didapatkan saat berqurban adalah.

Simak penjelasan artikel di bawah ini.
Enam Fadhilah dan Keutamaan Berqurban.
Bila Anda memiliki komentar atau pertanyaan mengenai isi artikel ini silakan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

SUNGGUH selalu ada hikmah di setiap perintah yang Allah Subhanahu Wataala serukan kepada kita umatnya meskipun jika.
Pendapat Pertama mengatakan bahwa.
Seperti kata asalnya qoriba yang memiliki arti dekat maka.

GRESIK Panjimascom Ustad Ahmad Rizal dari Pos Dai.
Karena dengan berqurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan.
Menurut ajaran Islam hukum melaksanakan ibadah qurban bagi seorang yang telah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *