Melaksanakan Qurban Bagi Yang Mampu Hukumnya

Diposting pada

Pertanyaan:

melaksanakan qurban bagi yang mampu hukumnya​

Jawaban

  • Jawaban:

    Sunnah

    Penjelasan:

    Hukum melaksanakan kurban adalah sunah muakkad atau sunah yang sangat dianjurkan bagi tiap orang Islam, baligh, berakal dan mampu.

  • Jawaban:

    wajib bagi yg mampu

    Penjelasan:

    karena tertera dalm hadits

    TERIMAKASIH


Pertama Hukum Sunnah Ain adalah sunnah dalam ibadah kurban yang di kerjakan hanya. Oleh karenanya yang lebih tepat hukum berqurban adalah sunah mu-akkadah.

Artinya uangnya masih berlebih Berarti dia adalah orang yang mampu berqurban.

Melaksanakan qurban bagi yang mampu hukumnya.
Sementara Abu Hanifah berpendapat bahwa kurban hukumnya wajib bagi setiap orang mukim yang mampu kecuali orang yang sedang melaksanakan haji di Mina.
Atau yang artinya adalah sesuatu yang penting dan diprioritaskan tanpa keharusan.
TRIBUNNEWSCOM Melaksanakan ibadah kurban wajib dilakukan bagi umat Islam yang mampu sedangkan bagi yang belum mampu hukumnya tidak wajib.

Ketentuan kurban sebagai sunnah muakkadah dikukuhkan oleh Imam Malik dan Imam al-Syafii.
Karena bukan wajib maka kalaupun seseorang yang mampu tapi tidak menyembelih hewan kurban maka dia tidak berdosa.
Bila ketika ulama mazhab di atas menyatakan hukum berkurban bagi yang mampu sebagai sunnah muakkad Abu Hanifah.

Namun menurut ulama makruh hukumnya jika tidak.
AL-UDH-HIYAH KURBAN Pendapat pertama.
Maka baginya sunnah berqurban dan sangat dianjurkan sekali tidak sampai wajib memang.

Melaksanakan ibadah Qurban hukumnya wajib bagi yang mampu dalam ibadah ini akan didapatkan banyak pahala dimulai dengan niat untuk qurban karena Allah SWT semata.
Dalam artian bahwa berkurban di Hari Raya Idul Adha sangat dianjurkan bagi.
Sementara Abu Hanifah berpendapat bahwa kurban hukumnya wajib bagi setiap orang mukim yang mampu kecuali orang yang sedang melaksanakan haji di Mina.

Cara melaksanakan ibadah qurban pada mazhab Syafii terdapat dua hukum yaitu.
Berkurban merupakan ibadah yang hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang diutamakan yakni menjadi wajib bagi umat Muslim yang memiliki harta lebih.
Oaseid – Ibadah kurban hukumnya sunah muakkad bagi yang mampu melaksanakan.

Sedangkan bagi yang memiliki keluarga dan mampu hukumnya menjadi sunnah kifayah.
Berkurban merupakan syiar Islam yang hampir semua orang mengetahui akan anjuran dan pahala besar yang didapatkan oleh muslim yang menunaikannya.
Hukum Qurban Dalam Islam dan Dalilnya.

Hukum kurban adalah sunnah muakkadah pelakunya mendapat pahala dan yang meninggalkannya tidak berdosa.
Sementara makna sunah dari sudut pandang fikih adalah perbuatan yang bila dikerjakan.
Imam Syafii berkata Aku tidak memberi keringanan bagi orang mampu untuk tidak melaksanakan kurban Imam Baijuri menjelaskan bahwasannya maksudnya adalah.

Menyembelih hewan qurban hukumnya adalah sunnah muakkad artinya adalah ibadah yang dianjurkan.
Sedangkan Imam Abu Hanifah memiliki pendapat bahwa ibadah kurban bagi.
Hukum melaksanakan qurban dan ketentuannya dalam Islam.

Sedangkan sebagian ulama lain seperti Imam Syafii Imam.
Kebanyakan para ulama fiqih dari mazhab Syafii Hambali dan Maliki berkata jika qurban hukumnya sunnat muakkad dan tidak diperkenankan.
Dalam qurban binatang yang diperbolehkan untuk disembelih adalah hewan ternak seperti domba kambing sapi dan unta.

Menurut sebagian ulama diantaranya Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa berkurban hukumnya wajib bagi yang mampu.
Ketentuan Hewan Qurban dalam Islam.
BERKURBAN tidak hanya ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah namun juga sebagai ibadah yang mampu memperkuat pondasi kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya bahwa hukum asal berqurban adalah sunnah kifayah kolektif artinya bila dalam satu rumahsekeluarga sudah ada yang melaksanakan qurban maka sudah cukup.
Hukumnya Wajib bagi yang Mampu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *